RSS
Phaury_Hanz.blogspot.com

Sabtu, 21 Maret 2015

DIGITAL LITERACY

DIGITAL LITERACY


A.     Pengertian Digital Literasi

               Istilah literasi digital mulai popular sekitar tahun 2005 (Davis & Shaw, 2011)Literasi digital bermakna kemampuan untul berhubungan dengan informasi hipertekstual dalam arti bacaan takberurut berbantuan komputer. Istilah literasi digital pernah digunakan tahun 1980 an,(Davis & Shaw, 2011), secara umum bermakna kemampuan untuk berhubungan dengan informasi hipertekstual dalam arti membaca non-sekuensial atau nonurutan berbantuan komputer (Bawden, 2001). Gilster (2007) kemudian memperluas konsep literasi digital sebagai kemampuan memahami dan menggunakan informasi dari berbagai sumber digital.; dengan kata lain kemampuan untuk membaca, menulis dan berhubungan dengan informasi dengan menggunakan teknologi dan format yang ada pada masanya.

·       Literasi digital adalah himpunan sikap, pemahaman, dan ketramnpilan menangani dan mengkomunikasikan informasi dan pengetahuan secara efektif dalam berbagai media dan format. Ada definisi yang menyertakan istilah hubung, berhubungan (coomunicating); mereka yang perspektisi manajemen rekod atau manajemen arsip dinamis menyebutkan istilah penghapusan (deleting) dan pelestarian (preserving). Kadang-kadang istilah penemuan (finding) dipecah-pecah lagi menjadi pemilihan sumber, penemuan kembali dan pengakaksesan (accessing) (Davis & Shaw, 2011). Walau pun literasi digital merupakan hal penting dalam abad tempat informasi berwujud bentuk digital, tidak boleh dilupakan bagian penting lainnya dari literasi digital ialah mengetahui bila menggunakan sumber non digital.
 Kemampuan untuk menggunakan teknologi digital, alat komunikasi atau jaringan untuk menemukan, mengevaluasi, dan menciptakan penggunaan informasi.
Kemampuan untuk memahami dan menggunakan informasi dalam berbagai format dari berbagai sumber ketika itu disajikan melalui komputer.
 kemampuan seseorang untuk melakukan tugas secara efektif dalam lingkungan digital ... Literasi mencakup kemampuan untuk membaca dan menafsirkan media, untuk mereproduksi data dan gambar melalui manipulasi digital, dan untuk mengevaluasi dan menerapkan pengetahuan baru yang diperoleh dari lingkungan digital.






B.    Hal-hal yang behubungan dengan Digital Literacy

 1. Funcitional skill
           merupakan kemampuan menggunakan bahasa dalam tindak tutur (speech act) guna melasungkan suatu komunikasi atau interaksi dalam konteks pragmatik. Sesuai dengan fungsi pragmatik, yaitu untuk berkomunikasi, tindak tutur bahasa meliputi kemampuan menyampaikan pikiran dan perasaan kepada orang lain, cara-cara mengungkapkan sopan santun, cara-cara memberi nasihat, anjuran, perintah permohonan, dan peringatan, tata cara memberi salam, berkenalan, meminta maaf, cara mengungkapkan keheranan, ketidaksetujuan, kepastian, keraguan, kekhawatiran, berterimakasih, mengajak, dll beserta cara memberi respon terhadap tindak tutur diatas.

  2.  Creativity

              Kreatifitas merupakan suatu bidang kajian yang kompleks, yang menimbulkan berbagai perbedaan pandangan. Perbedaan definisi kreativitas yang dikemukakan oleh banyak ahli merupakan definisi yang saling melengkapi. Sudut pandang para ahli terhadap kreativitas menjadi dasar perbedaan dari definisi kreativitas. Definisi kreativitas tergantung pada segi penekanannya, kreativitas dapat didefinisikan kedalam empat jenis dimensi sebagai Four P’s Creativity, yaitu dimensi Person,Proses, Press dan Product sebagai berikut :
 Definisi kreativitas dalam dimensi Person
       Definisi pada dimensi person adalah upaya mendefinisikan kreativitas yang berfokus pada individu atau person dari individu yang dapat disebut kreatif.
“Creativity refers to the abilities that are characteristics of creative people” (Guilford, 1950 dalam Reni Akbar-Hawadi dkk, 2001)
. Kreativitas dalam dimensi Process
      Definisi pada dimensi proses upaya mendefinisikan kreativitas yang berfokus pada proses berpikir sehingga memunculkan ide-ide unik atau kreatif.

 Definisi Kreativitas dalam dimensi Press
      Definisi dan pendekatan kreativitas yang menekankan faktor press atau dorongan, baik dorongan internal diri sendiri berupa keinginan dan hasrat untuk mencipta atau bersibuk diri secara kreatif, maupun dorongan eksternal dari lingkungan sosial dan psikologis. Definisi Simpson (1982) dalam S. C. U.
  Definisi Kreativitas dalam dimensi Product
Definisi pada dimensi produk merupakan upaya mendefinisikan kreativitas yang berfokus pada produk atau apa yang dihasilkan oleh individu baik sesuatu yang baru/original atau sebuah elaborasi/penggabungan yang inovatif.


     3.  Critical Thinking and Evaluation
 Critical Thinking dan Keterampilan Berpikir Kritis
         Berfikir kritis adalah cara berfikir yang reflektif, beralasan yang difokuskan pada keputusan apa yang dilakukan atau diyakini (Jennicek,2006)
Berpikir kritis adalah proses untuk mengaplikasikan, menghubungkan, menciptakan, atau mengevaluasi informasi yang dikumpulkan secara aktif dan trampil (Abraham,2004)
Berpikir kritis merupakan proses yang penuh makna untuk mengarahkan dirinya sendiri dalam membuat suatu keputusan. Proses tersebut memberikan berbagai alasan sebagai pertimbangan dalam menentukan bukti, konteks, konseptualisasi, metode dan kriteria yang sesuai (American Philosophical Association, 1990)
Komponen dari berpikir kritis adalah interpretation, analysis, evaluation, inference, explanation, dan self-regulation
Halpern membuat taksonomi ketrampilan berpikir kritis, yaitu: verbal-reasoning skills, argument-analysis skills, thinking skills, decision-making and problem-solving skills.
Karakter individu yang mendukung agar seseorang dapat berpikir kritis seperti yang dikutip oleh Duldt-Battey antara lain truth seeking, open-mindness, analyticity, systematicity, self-confidence, inquisitiveness, dan maturity


 Higher Order Thinking Skills

        didefinisikan didalamnya termasuk berpikir kritis, logis,reflektif, metakognisi dan kreatif (King, 2011). Semua keterampilan tersebut aktif ketikaseseorang berhadapan dengan masalah yang tidak biasa, ketidakpastian, pertanyaan dan pilihan.Penerapan yang sukses dari keterampilan ini terdapat dalam penjelasan, keputusan, penampilan,dan produk yang valid sesuai dengan konteks dari pengetahuan dan pengalaman yang ada sertalanjutan perkembangan keterampilan ini atau keterampilan intelektual lainnya.Terminologi yang digunakan untuk mendeskripsikan
higher order thinking
ada bermacam-macam. Beberapa definisi kunci disajikan dalam tabel 1.
 Higher order thinking skills
 berdasarkan pada keterampilan berpikir tingkat rendah sepertimembedakan, penerapan dan analisis sederhana, dan strategi kognitif yang berhubungan dengan pengetahuan sebelumnya dari isi permasalahan pokok (kosakata, pengetahuan prosedural, dan pola memberi alasan). Strategi pengajaran yang sesuai dan lingkungan belajar yang memfasilitasi pertumbuhan kemampuan berpikir yang lebih tinggi seperti halnya ketekunan siswa, pemantauandiri, dan berpikiran terbuka, sikap fleksibel.


   4. Cultural dan Social Understanding

Cultural Understanding dan Perubahan Sosial
             untuk "perubahan sosial didasarkan pada prinsip-prinsip inklusi, akses, dan ekuitas. mencerminkan tujuan kolektif Centers di UIC: memperluas pemahaman tentang nilai keanekaragaman budaya dan menghubungkan aset beragam untuk menemukan solusi kreatif untuk tantangan umum. Tujuan kolektif ini mengacu pada keahlian Centers 'di beasiswa dan praktek untuk memberikan dukungan yang relevan dengan populasi khusus kami di kampus dan peluang bagi keterlibatan antar kalangan mahasiswa, dosen, staf, dan masyarakat
sebagai memahami budaya orang lain yang berbeda (jangankan budaya barat, budaya sesama bangsa yang sudah beda suku, bahasa dan tradisinya saja bisa menimbulkan misunderstanding alias salah paham).
Pengetahuan tentang ini teramat penting jika saya-si pelaku dihadapkan pada kenyataan sebagai makhluk sosial bukan hanya makhluk individu
Memahami Budaya dan Modal Sosial: Nama Teoritis Sama dengan Tujuan Berbeda Capital, yang didefinisikan sebagai aset akumulasi yang memiliki potensi untuk memperoleh barang atau jasa, telah berkembang di luar deskripsi ekonomi tradisional untuk menyertakan bentuk-bentuk sosial, budaya, dan manusia . Dalam tulisan ini, saya secara khusus membahas bentuk modal budaya dan sosial. Di era digital


     5.  Collaboration

                 Definisi Kolaborasi merupakan proses partisipasi beberapa orang, kelompok, dan organisasi yang bekerja sama untuk mencapai hasil yang diinginkan. Kolaborasi menyelesaikan visi bersama, mencapai hasil positif bagi khalayak yang mereka layani, dan membangun sistem yang saling terkait untuk mengatasi masalah dan peluang. Kolaborasi juga melibatkan berbagi sumber daya dan tanggung jawab untuk secara bersama merencanakan, melaksanakan dan mengevaluasi program-program untuk mencapai tujuan bersama. Anggota kolaborasi harus bersedia untuk berbagi visi, misi, kekuatan, sumber daya dan tujuan

Penerapan kolaborasi dalam kegiatan operasional perusahaan sehari hari dapat memberikan nilai tambah dengan mengurangi biaya dan alur kerja secara signifikan. Kolaborasi dalam penerapan dalam kegiatan bisnis dapat diterapkan untuk mewujudkan karyawan yang mobile, sehingga mereduksi biaya perjalanan, lebih ramah lingkungan karena menghemat pemakaian kertas, emisi gas buang, serta meningkatkan kecepatan dengan mengurangi beberapa alur operasional.



 Tujuan Kolaborasi

        Tujuan dari kolaborasi adalah untuk membawa individu, lembaga, organisasi, dan masyarakat itu sendiri bersama-sama dalam suasana mendukung secara sistematis memecahkan masalah yang ada dan muncul yang tidak bisa dengan mudah diselesaikan oleh satu kelompok saja. Kolaborasi harus fokus pada peningkatan, komunikasi kapasitas dan efisiensi sekaligus meningkatkan hasil.



  Prinsip-prinsip Kolaborasi

1.     Mulailah dengan tujuan yang mempersatukan.
2.     Menciptakan, memelihara dan melihat kembali Misi dan pernyataan Visi. Visi         merupakan gambaran masa depan dan harus ditulis dalam konteks masa             sekarang. Misi menjelaskan tujuan  dari kerjasama – ini adalah alasan                 mendasar untuk keberadaan kolaborasi itu.
3.    Tetapkan tujuan dan sasaran yang terukur.
4.    Tetapkan harapan yang tinggi – mengharapkan yang terbaik dari orang-              orang yang dengannya  Anda bekerja.
5.    Sebagai kelompok, identifikasi pemimpin untuk kolaborasi yang berpikiran            terbuka, bersedia untuk berbagi kepemimpinan dan memberdayakan orang          lain.


 Manfaat kolaborasi
       Manfaat kolaborasi mungkin langsung atau jangka panjang, langsung atau tidak langsung. Penting untuk dicatat bahwa beberapa anggota kolaborasi mungkin akan mendapat keuntungan lebih dari yang lain. Manfaat meliputi:

           o    Peningkatan pengiriman pemrograman.
           o    Peluang bagi pengembangan profesional.
           o    Peningkatan komunikasi dan informasi yang disempurnakan.
           o    Peningkatan penggunaan program dan sumber daya yang tersedia                        dalam komunitas.
           o    Penghapusan duplikasi.
           o    Datang dalam berbagai bentuk, ukuran dan durasi yang bervariasi                        satu ukuran tidak cocok untuk semua.



           6.  the ability to find and select information

              Literasi informasi adalah seperangkat kemampuan yang membutuhkan individu untuk "mengenali kapan informasi dibutuhkan dan memiliki kemampuan untuk menemukan, mengevaluasi, dan menggunakan secara efektif informasi yang dibutuhkan." 1melek informasi juga semakin penting dalam lingkungan kontemporer perubahan teknologi yang cepat dan berkembang biak sumber informasi. Karena kompleksitas meningkat dari lingkungan ini, individu dihadapkan dengan beragam, pilihan informasi berlimpah - dalam studi akademis mereka, di tempat kerja, dan dalam kehidupan pribadi mereka. Informasi yang tersedia melalui perpustakaan, sumber daya masyarakat, organisasi minat khusus, media, dan internet - dan semakin, informasi datang ke individu dalam format tanpa filter, memunculkan pertanyaan tentang keasliannya, validitas, dan reliabilitas. Selain itu, informasi yang tersedia melalui berbagai media, termasuk grafis, aural, dan tekstual, dan ini merupakan tantangan baru bagi individu dalam mengevaluasi dan memahami itu. Kualitas pasti dan memperluas kuantitas informasi menimbulkan tantangan besar bagi masyarakat. Kelimpahan semata-mata informasi tidak akan dengan sendirinya membuat warga lebih tepat tanpa cluster melengkapi kemampuan yang diperlukan untuk menggunakan informasi secara efektif.

Literasi informasi menjadi dasar untuk belajar sepanjang hayat. Hal ini umum untuk semua disiplin ilmu, untuk semua lingkungan belajar, dan semua tingkat pendidikan. Hal ini memungkinkan peserta didik untuk menguasai konten dan memperluas penyelidikan mereka, menjadi lebih mandiri, dan mengambil kendali lebih besar atas pembelajaran mereka sendiri. Informasi pribadi melek dapat:

·         Menentukan sejauh mana informasi yang dibutuhkan
·         Mengakses informasi yang dibutuhkan secara efektif dan efisien
·         Mengevaluasi informasi dan sumber-sumber yang kritis
·         Memasukkan informasi terpilih menjadi satu basis pengetahuan
·         Gunakan informasi secara efektif untuk mencapai tujuan tertentu
·         Memahami isu-isu ekonomi, hukum, dan sosial seputar penggunaan                     informasi, dan akses dan menggunakan informasi secara etis dan legal
·         Mengetahui Informasi dan Teknologi Informasi




          7.  Effective Communication

         Komunikasi efektif adalah komunikasi yang bertujuan agar komunikan (penerima pesan) memahami dan mengerti mengenai pesan yang disampaikan oleh komunikator (pemberi pesan), bukti dari pemahaman tersebut berupa umpan balik sesuai dengan yang dipahami oleh komunikan, dapat berupa sikap dan perilaku dari komunikan.
Contoh:
Anda diminta untuk menjelaskan kepada rekan Anda, bahwa pimpinan meminta rekan Anda untuk mencarikan data perusahaan yang diperlukan. Jika rekan Anda memberikan apa yang Anda maksudkan, berarti komunikasi yang berlangsung dapat disebut efektif, karena dapat langsung dipahami oleh penerima pesan.

 Bentuk Komunikasi

·         Komunikasi Verbal
adalah bentuk komunikasi yang disampaikan komunikator kepada komunikan dengan cara tertulis (written) atau lisan (oral). Komunikasi verbal menempati porsi besar. Karena kenyataannya, ide-ide, pemikiran atau keputusan, lebih mudah disampaikan secara verbal ketimbang non verbal. Dengan harapan, komunikan (baik pendengar maun pembaca ) bisa lebih mudah memahami pesan-pesan yang disampaikan.


·         Komunikasi Non Verbal
        adalah komunikasi yang disampaikan tidak menggunakan kata atau kalimat tetapi menggunakan isyarat dan simbol melalui ekspresi wajah, bahasa tubuh, kontak mata, busana, ataupun melalui cara berbicara; penekanan suara, gaya berbicara, kualitas suara, intonasi, dan emosi.

·         Komponen Komunikasi

1.     Sumber (Resource); asal informasi/pesan yang disampaikan
2.     Komunikator; orang yang menyampaikan pesan
3.     Komunikan; orang yang menerima pesan
4.     Pesan; informasi yang disampaikan
5.     Saluran (Channel); media yang digunakan untuk menyampaikan/menerima           pesan
6.     Umpan balik; respon yang dihasilkan dari proses komunikasi

·         Hambatan Komunikasi

1. Hambatan Teknis

  •   Jarak yang terbentang antara komunikator dengan komunikan; tempat, posisi
  •   Media yang digunakan
  •   Teknologi yang dimanfaatkan


 2. Hambatan Semantik

  •   Pengucapan yang tidak jelas
  •  Tata bahasa yang tidak teratur
  •   Perbedaan persepsi dalam mengartikan pesan yang dimaksud


 3. Hambatan Kepribadian

  •   Kondisi fisik ; normal atau cacat
  •   Kondisi emosi; senang, kesal, marah, atau sedih
  •   Jenis karakter
  •   Kondisi intelektualitas
  •   Kondisi sosial dan budaya

4. Kekuatan Komunikasi

  •   Penampilan
  •   Kontak Mata
  •   Ekspresi Wajah
  •   Ekspresi Suara
  •   Bahasa Tubuh
  •   Gaya Tulisan





         8. E-safety

               e-keselamatan adalah istilah yang berarti tidak hanya internet tapi cara-cara lain di mana orang muda berkomunikasi menggunakan media elektronik, misalnya ponsel. Ini berarti memastikan bahwa anak-anak dan remaja dilindungi dari bahaya dan didukung untuk mencapai manfaat maksimal dari teknologi baru dan berkembang tanpa resiko bagi diri sendiri atau orang lain.
Tujuan mempromosikan e-keselamatan adalah untuk melindungi orang-orang muda dari konsekuensi yang merugikan akses atau penggunaan media elektronik, termasuk dari bullying, pantas perilaku sexualised atau eksploitasi
Penggunaan yang tepat media elektronik oleh staf penyedia layanan dan profesional ditutupi oleh protokol dan prosedur dengan layanan individu dan organisasi lainnya. Kebanyakan lembaga sudah akan memiliki 'penggunaan yang tepat' kebijakan di tempat, dan semua didorong untuk mengembangkan satu.
Keselamatan Fungsional adalah bagian dari keselamatan keseluruhan sistem atau peralatan yang tergantung pada sistem atau peralatan beroperasi dengan benar dalam menanggapi masukan, termasuk pengelolaan yang aman kesalahan operator mungkin, kegagalan hardware dan perubahan lin





  •   Tujuan Keselamatan Fungsional

             Tujuan Keselamatan Fungsional adalah kebebasan dari risiko yang tidak dapat diterima cedera fisik atau kerusakan pada kesehatan orang baik secara langsung maupun tidak langsung (melalui kerusakan properti atau lingkungan)
Keselamatan fungsional secara intrinsik end-to-end dalam lingkup dalam hal ini memiliki memperlakukan fungsi dari komponen atau subsistem sebagai bagian dari fungsi keseluruhan sistem. Ini berarti bahwa sementara standar keselamatan Fungsional fokus pada Listrik, Elektronik dan Programmable Sistem (E / E / PS), ruang lingkup end-to-end berarti bahwa dalam prakteknya metode Keselamatan Fungsional harus meluas ke non-E / E / PS bagian dari sistem yang E / E / PS menggerakkan, kontrol atau monitor ..

0 komentar:

Posting Komentar